Intisari Kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 31 Oktober 2025.

Makhraj dan Sifat Huruf Zai (ز) dan Jim (ج)
Huruf zai (ز) dan jim (ج) memiliki makhraj yang berdekatan, di mana huruf zai (ز) berasal dari ujung lidah dan huruf jim (ج) berasal dari bagian lidah yang agak ke tengah. Jika tidak terbiasa dengan makhraj yang tepat, maka antara kedua huruf ini tidak dapat dibedakan. Umumnya, karena lebih nyaman di mulut, maka kedua huruf ini lebih cenderung dibaca ke sifat huruf jim (ج).
Selain dengan mengaitkannya dengan huruf konsonan berbeda, yaitu zai (ز) ke huruf z dan jim (ج) ke huruf j, kedua huruf tersebut dapat dibedakan dari sifatnya. Huruf zai (ز) memiliki sifat suara bergetar yang mirip dengan suara lebah.
Beberapa kombinasi dalam Al-Qur’an seperti jaza (جَزَاء) dapat digunakan untuk melatih makhraj dan sifat kedua huruf tersebut.
Mengalirkan ‘Ain (ع) Sukun
Ketika menemui bacaan dengan huruf ‘ain (ع) bersukun, terkadang beberapa orang membacanya dengan mengentakkannya ke tengah tenggorokan yang merupakan makhraj huruf tersebut. Namun, cara tersebut kurang tepat karena entakan pada bacaan justru akan mengarahkannya pada huruf hamzah (ء) bersukun. Semestinya huruf ‘ain (ع) sukun dibaca dengan cara dialirkan. Hal yang sama berlaku untuk bacaan ‘ain (ع) bertasydid.
Beberapa latihan untuk membaca ‘ain (ع) sukun diantaranya adalah dengan lafadz seperti بَعْدَ (ba’da). Dan untuk membaca ‘ain (ع) bertasydid dapat ditemukan pada kata يَدُعُّلَ (yadu”ul) dalam Surat Al-Ma’un ayat 2.
Membaca Dho (ض) Sukun
Beberapa orang sering keliru dengan membaca dho (ض) sukun dengan pantulan layaknya qalqalah, mungkin dikarenakan huruf ini mendekati sifat huruf dal (د). Huruf dho (ض) ketika disukunkan memiliki sifat ditahan, yaitu dengan cara menekankan lidah ke sisi samping mulut tanpa memantulkannya. Bacaan ini perlu dilatih secara teratur agar mendapat kesempurnaannya. Salah satu kata yang dapat digunakan untuk melatih bacaan ini adalah ardh (الارض).