Intisari Kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 1 Agustus 2025.

Pada kajian pekan lalu, telah dibahas tentang cara membaca qalqalah. Pada umumnya, qalqalah yang kita temukan adalah jenis qalqalah sugra/kecil. Maka, pada bahasan pekan ini dibahas tentang cara membaca qalqalah kubra/besar.
Jenis-Jenis Qalqalah
Umumnya para ahli tajwid membagi qalqalah menjadi dua jenis, yaitu qalqalah sugra/kecil dan qalqalah kubra/besar. Pengertian dari kedua jenis qalqalah ini berbeda-beda, tergantung pada kitab tajwid yang dijadikan referensi.
Di Indonesia, pembagian jenis qalqalah didasarkan pada letak terjadinya qalqalah. Sebuah bacaan dikatakan qalqalah sugra jika ditemukan di tengah bacaan/kalimat sehingga sifat kejadiannya adalah asli. Adapun qalqalah kubra terdapat pada akhir bacaan (umumnya akhir ayat atau pada tanda waqaf) sehingga sifatnya timbul karena huruf qalqalah yang awalnya berharakat disukunkan.
Namun, mayoritas ahli tajwid tidak mengambil definisi tersebut, melainkan mereka membedakan qalqalah sugra dan qalqalah kubra dari ada atau tidaknya tasydid pada huruf yang memiliki hukum qalqalah, yaitu:
- Qalqalah sugra terjadi ketika salah satu dari lima huruf qalqalah berharakat sukun dan tidak memiliki tasydid. Inilah kasus yang umumnya terjadi, baik di tengah maupun akhir kalimat.
- Qalqalah kubra terjadi ketika salah satu dari lima huruf qalqalah berharakat sukun dan memiliki tasydid. Hal ini dapat terjadi di tengah maupun di akhir ayat.
Definisi ini akan digunakan dalam bahasan kali ini.
Cara Membaca Qalqalah Kubra
Berbeda dengan qalqalah sugra di mana pantulan langsung terdengar setelah masuk ke sifat huruf terkait, maka untuk qalqalah kubra, huruf dibaca dengan ditahan terlebih dahulu untuk memberi hak tasydid selama kurang lebih 1 (satu) ketukan, baru kemudian dibunyikan pantulannya.
Salah satu contoh yang dapat digunakan untuk latihan adalah pada akhir ayat pertama Surat Al-Lahab:

Perhatikan huruf ba bertasydid (بَّ) yang ditandai warna merah. Cara membaca lafadz ini adalah dengan menahan terlebih dahulu sifat huruf ba, yaitu menempelkan kedua bibir selama satu ketukan sebelum melepasnya untuk menimbulkan suara pantulan mengarah ke “e”.
Latihan untuk membaca qalqalah kubra dapat juga dilakukan dengan memodifikasi lagu pertama pada bahasan sebelumnya dengan huruf qalqalah bertasydid. Misal, jika kita ambil dua huruf terakhir ayat di atas yaitu ta (ت) dan ba bertasydid (بّ), maka lagunya menjadi:
