Intisari Kajian Hadis bersama Ust. H. Zubair Alam, M.Pd, M.Hum hari Ahad tanggal 3 Agustus 2025.

Umat Islam hanya akan kuat jika semuanya bersatu dalam keimanan dan ketaqwaan serta diliputi dengan kedamaian dan tidak berkonflik. Hal ini yang sudah Allah Swt. wahyukan dalam firman-Nya:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌۭ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” [QS. Al-Hujurat [49]: 10]
Ayat di atas didukung dengan hadis Rasulullah Saw. yang menjelaskan lebih lanjut bagaimanakah persaudaraan antar sesama muslim seharusnya. Beliau bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” [HR. Bukhari No. 2262]
Dalam sebuah hadis lainnya, Rasulullah Saw. memberikan perumpamaan persaudaraan sesama muslim bagaikan sebuah bangunan.
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
“Sesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” kemudian beliau menganyam jari jemarinya.” [HR. Bukhari No. 459]
Dan dalam hadis lainnya, persaudaraan antar muslim digambarkan layaknya satu tubuh.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” [HR. Muslim No. 4685]
Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa hendaklah sesama muslim saling mengasihi dan bersimpati. Dalam hal ini, tentu bisa kita hubungkan kembali dalil-dalil di atas dengan bagaimana hubungan kita terhadap saudara-saudara muslim kita di Gaza.
Ini bukan masalah uang, melainkan masalah hati. Saat ini, umat muslim di Gaza sedang mengalami krisis pangan. Mereka tidak perlu banyak makanan, yang mereka perlukan adalah hal yang sederhana, kepedulian. Cukup dengan sekadar mendengarkan berita tentang kesulitan mereka disertai dengan perasaan sedih dan simpati, maka meskipun kita belum mampu membantu dengan harta, Insya Allah kita telah membantu mereka dengan perasaan tulus dalam hati.
Inilah makna dari Ukhuwah Islamiyah, yaitu tidak terbatas pada ruang. Bolehlah kita jauh secara geografis dari Palestina, namun bukan berarti kita tidak dapat mempererat tali persaudaraan serta membantu mereka
Maka, marilah kita bantu saudara-saudara sesama muslim kita di Gaza semampunya. Jika mampu, maka sedekahkanlah sebagian harta kita. Jika belum mampu, cukuplah kita mendo’akan mereka di setiap shalat, dalam sujud, dalam qunut, dan dalam setiap kesempatan yang kita miliki.