Intisari Kajian Hadis bersama Ust. H. Zubair Alam, M.Pd., M.Hum. hari Ahad tanggal 12 April 2026.

Dzikir Lebih Baik dari Emas dan Perak
Dzikir adalah ibadah yang sangat mudah dilakukan. Tidak seperti zakat yang harus mengeluarkan uang dan tidak seperti umroh yang hanya bisa dilaksanakan di Makkah. Dzikir tidak memerlukan uang sepeser pun dan bisa dilakukan di mana saja.
Keutamaan dzikir sangat luar biasa sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis sahih:
عن أبي الدَّرداء رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه: أَلَا أُنَبِّئُكم بِخَيْرِ أعمالِكُم ، وأَزْكاها عِندَ مَلِيكِكُم ، وأَرفعِها في دَرَجاتِكُم ، وخيرٌ لكم من إِنْفاقِ الذَّهَب والوَرِقِ ، وخيرٌ لكم من أن تَلْقَوا عَدُوَّكم ، فتَضْرِبوا أعناقَهُم ، ويَضْرِبوا أعْناقكُم ؟ ! ، قالوا : بَلَى ، قال : ذِكْرُ اللهِ
Abu Ad-Darda meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidakkah aku akan memberitahumu tentang tindakan terbaikmu, yang paling murni di hadapan Tuhanmu, yang menaikkan peringkatmu ke posisi tertinggi, yang lebih baik bagimu daripada menghabiskan emas dan perak, lebih baik daripada bertemu musuhmu sehingga kau menyerang di leher mereka dan mereka menyerang Anda? ‘Mereka menjawab, ‘Ya, memang’, lalu Nabi bersabda, Itu adalah mengingat Allah (berdzikir).”
(HR At-Tirmidzi)
Betapa luar biasanya dzikir sehingga ibadah ini lebih tinggi kedudukannya dibandingkan sedekah dengan emas dan perak atau bahkan syahid di medan perang.
Allah Swt. juga menegaskan kedudukan dzikir yang sangat tinggi sehingga disandingkan dengan perintah membaca Al-Qur’an dan shalat dalam firman-Nya:
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ ٤٥
Bacalah Kitab (Al-Qur`an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al-Ankabur [29]: 45]
Ayat ini juga menunjukkan bahwa shalat adalah salah satu cara berdzikir dengan segala bacaan yang penuh dengan mengagungkan Allah.
Keutamaan Berdzikir
Banyak kalimat dzikir kepada Allah memiliki keutamaan jika dibaca dengan jumlah tertentu. Semua ini bukan hanya sekadar ijtihad ulama melainkan telah divalidasi melalui hadis dari Rasulullah Saw.
Salah satu contoh kalimat dzikir serta keutamaannya dijelaskan dalam hadis Muttafaqun ‘Alaih:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: من قال حين يصبح: سبحان الله وبحمده مائة مرة، غفرت ذنوبه وإن كانت أكثر من زبد البحر
Abu Hurairah juga melaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa berdzikir, ‘Subhan-Allahi wa bihamdih’ seratus kali ketika pagi, dosa-dosanya akan dilenyapkan bahkan jika mereka sama dengan luasnya buih di laut.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan sebuah kalimat yang sangat pendek, yang hanya perlu dibaca 100 kali dan tidak akan mengambil lebih dari 10 menit bisa menggugurkan dosa.
Banyak kalimat dzikir lainnya dengan segala keutamaannya telah dikumpulkan dalam beberapa kitab, di antaranya adalah kitab Dzikir Pagi dan Petang. Salah satu dzikir lainnya yang utama adalah tuntunan dzikir setelah shalat.