Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 31 Desember 2025.

Kecemburuan Kaum Kafir kepada Kaum Muslim
إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ كَانُوا۟ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يَضْحَكُونَ ٢٩ وَإِذَا مَرُّوا۟ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ ٣٠ وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمُ ٱنقَلَبُوا۟ فَكِهِينَ ٣١ وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ ٣٢ وَمَآ أُرْسِلُوا۟ عَلَيْهِمْ حَـٰفِظِينَ ٣٣
(29) Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. (30) Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya, (31) dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria. (32) Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,” (33) padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).
Ayat 29 menjelaskan bagaimana orang-orang yang berdosa, baik kaum kafir, musyrik, ataupun munafik menertawakan orang-orang yang beriman karena menurut mereka kaum muslim bersifat terlalu aman. Misalnya, bagaimana Rasulullah Saw. dibenci oleh kaum Quraisy karena menghentikan sistem riba yang telah menjadi budaya mengakar dari masa jahiliyah.
Hal ini pun juga terjadi di masa kini. Bagaimana para pelaku dosa seperti pemabuk, pezina, dan pejudi mencoba mengolok-olok kaum muslim dengan iming-iming ketinggalan zaman, tidak keren, dan sebagainya. Semua itu dilakukan semata-mata agar muslim tersebut terjerumus ke dalam dosa bersama dengan mereka. Bujukan inilah yang dimaksud dengan “mengedip-ngedipkan matanya” sebagaimana tertuang dalam ayat 30. Maka setelah rencana mereka itu sukses, maka kembalilah para pendosa itu kepada kaumnya dengan tertawa sesuai dengan makna ayat 31.
Lebih lanjut, dalam kasus yang lebih ekstrem, pandangan Islamophobia di beberapa negara terjadi tidak hanya karena oknum organisasi muslim yang melakukan aktivitas terorisme. Mereka takut dengan kaum muslim yang pengaruhnya sudah semakin besar karena mengajak kepada kebaikan dan menghindari keburukan.
Fakta membuktikan bahwa jumlah penganut Islam semakin meningkat seiring waktu. Kebangkitan kaum muslim inilah yang menjadi faktor utama ketakutan para kaum kafir. Itulah yang menyebabkan mereka menganggap kaum muslim sebagai “orang-orang yang sesat,” padahal justru merekalah yang sesat. Inilah yang Allah telah firmankan dalam ayat 32.
Ayat 33 memberikan kenyataan bahwa para kaum kafir tidaklah dijamin sama sekali oleh Allah. Mereka juga bukanlah pelindung untuk kaum muslim karena pelindung untuk para muslimin adalah Allah sendiri.