Intisari Safari Dakwah Memperingati Isra’ Mi’raj 1447 H oleh Ustadzah Dra. Dewi Purnamawati, M.P.I. hari Ahad tanggal 28 Desember 2025.
Krisis Masjid: Kurangnya Gerakan Pemuda
Di banyak masjid sering terlihat krisis yang sama, yaitu setiap kali shalat berjama’ah, shaf lebih sering diisi oleh para “mantan pemuda-pemudi,” alias orang tua. Pertanyaannya, kemanakah para pemuda-pemudi yang riil? Inilah yang agak membedakan antara gereja dan masjid menurut pengalaman dari penceramah.
Salah satu penyebab dari krisis ini adalah kurangnya peran orang tua dalam mengenalkan Islam kepada anak-anak. Bahkan, beberapa orang tua malah membiarkan anak itu murtad. Pernah suatu kali, ibu dari penceramah yang merupakan seorang pendeta mampu mengajak para anak-anak muslim untuk ikut sekolah Minggu dengan iming-iming roti. Didikan tersebut terus ditanamkan hingga kemudian anak tersebut rela dibaptis. Lebih lanjut, ketika diadakan syukuran dalam rangka pembaptisan tersebut, sang orang tua justru ikut bangga.
Padahal Allah Swt. telah mengancam mereka yang kafir dan musyrik dengan azab yang sangat pedih.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ ٦
“Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.”
[QS. Al-Bayyinah [98]: 6]
Maka, orang tua harus memiliki prinsip kukuh dan tegas.
“Lebih baik memaksa anak kita untuk masuk surga daripada membiarkan anak kita untuk masuk neraka.”
Inilah yang Allah telah perintahkan dalam Al-Qur’an:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَـٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌۭ شِدَادٌۭ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ٦
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[QS. At-Tahrim [66]: 6]
5S: Ketika Akhlak Terguncang
Di masa lalu, penceramah pernah berhasil menghindarkan para remaja muslim dari beribadah dengan cara yang sederhana: ajak makan ketika masuk waktu shalat. Selain itu, mereka juga diajak untuk mencoba memakan daging babi dengan mengiming-imingi bahwa jika mereka menyukainya dan tidak muntah karena jijik, maka daging babi mestilah halal. Celakanya, para remaja muslim ini justru menyukainya.
Dalam upaya lain, seorang muslim dapat diajak untuk berpacaran dengan orang dari agama yang lain. Dengan rasa cinta yang terlanjur kuat, maka muslim tersebut akan tertarik untuk melepas akidahnya demi pasangan yang bahkan belum tentu sah.
Apakah yang menyebabkan keterguncangan akhlak ini? Ya, karena Al-Qur’an dicabut dari prinsip dan keteguhan hati para pemuda. Hati-hati dengan 5S yang dapat menghancurkan para pemuda:
- Song: Bagaimana para pemuda lebih mudah menghafalkan lagu pop dibandingkan ayat-ayat Al-Qur’an.
- Sex: Bagaimana pemuda sudah terlanjur banyak sayang-sayangan dan berpacaran dibandingkan menghabiskan waktu untuk beribadah.
- Sport: Bukan masalah olahraganya, tapi ke dampak negatifnya. Misal, berjudi dan tawuran hanya karena berbeda klub favorit.
- Smoke: Dengan rokok, pemuda bukan hanya menghancurkan mentalnya, tapi juga fisik dan materinya. Uang habis karena rokok dan tubuh rusak karena asap dan kandungannya.
- Social Media: Penggunaan media sosial yang salah akan mengakibatkan kerusakan akidah. Pergaulan bebas tanpa sekat yang akhirnya menjadi tragedi. Terjadinya kebocoran privasi bahkan hingga kriminalitas seperti perdagangan manusia..
Konsistensi Al-Qur’an dan Inkonsistensi Agama Lain
Penceramah mencoba mencari berbagai dasar dari hukum-hukum Nasrani dalam Alkitab. Ketika ditanya perihal dasar hukum ibadah Kristen, jawaban yang keluar selalu sama. “Jangan dipertanyakan tentang hal itu.” Maka, mulailah perjalanan beliau mencari kebenaran.
Dalam Alkitab, disebutkan bahwa Tuhan memerintahkan untuk mengkuduskan hari Sabtu. Lantas, mengapa ibadah umat Nasrani justru diadakan hari Minggu? Usut punya usut, ternyata karena adanya pembelokan oleh kaisar Konstantin pada abad ke-4 Masehi, tepatnya pada 7 Maret 321 M.
Apakah ada hukum membaca Alkitab di dalamnya itu sendiri? Tidak. Apakah ada dalil membaca Al-Qur’an di dalamnya sendiri? Ya.
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ ١
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
[QS. Al-‘Alaq [96]: 1]
Apakah ada dasar dalam Alkitab tentang natal? Sama sekali tidak ada. Kalaupun tradisi dan ibadah umat Nasrani pun tidak disebutkan dalam kitabnya sendiri, lantas apa yang sebenarnya terjadi?
Pada saat itulah beliau menemukan buku perihal Akhlak Islam yang telah menjelaskan segala aspek kehidupan lengkap dengan dalil-dalilnya.
Apakah ada dasar tentang memasuki agama Islam? Ya.
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ١٩
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
[QS. Ali-Imran [3]: 19]
Ayat di atas menjelaskan bahwa hanya Islam agama yang diterima di sisi Allah. Satu-satunya jalan yang akan membawa ke surga.
Ujian Menjadi Mualaf
Memasuki agama Islam di tengah keluarga berbasis gereja tentu datang dengan risiko yang sangat besar. Orang tua penceramah menuntut seluruh harta selama 20 tahun lebih hidupnya dikembalikan sebagai ganti rugi. Maka, diserahkan semuanya sebagai tekad untuk tetap teguh memeluk Islam.
Bahkan sang anak pun telah meniadakan ibunya sendiri karena hal tersebut. Selama dua dekade terakhir, sang anak telah mengacuhkan sang mualaf karena tidak menerima fakta yang telah terjadi.
Al-Qur’an, Kunci Syiar ke Seluruh Pelosok
Al-Qur’an adalah dasar dari segala hukum Islam. Ironisnya, lebih dari 70 persen umat muslim di Indonesia masih buta huruf Al-Qur’an. Alasannya? Sebagian memang karena malas dan telah terkena 5S. Namun, tidak sedikit pula yang terdampak karena mereka tidak memiliki Al-Qur’an sama sekali.
Untuk itulah diperlukan gerakan dari umat muslim untuk terus menyebarkan Al-Qur’an ke seluruh pelosok, bahkan ke daerah paling terluar dan terpencil sekalipun. Inilah manfaat dari wakaf Al-Qur’an. Bukan hanya menjadi manfaat bagi mereka yang membacanya, namun juga akan menjadi amal jariyah bagi mereka yang mewakafkannya.