Intisari Kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 14 November 2025.

Surat Al-Fatihah adalah salah satu bacaan rukun shalat. Kesempurnaan Al-Fatihah termasuk kesempurnaan shalat dan rusaknya bacaan Al-Fatihah akan merusak shalat, bahkan dapat membatalkannya. Untuk itu, perlu untuk kita mengusahakan membaca Al-Fatihah dengan sempurna dari sisi tajwid dan makhraj huruf.
Dalam kajian ini, akan dijelaskan perihal bacaan Al-Fatihah secara ayat per ayat.
Ta’awudz
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Dalam bacaan ta’awudz, perlu diperhatikan untuk tidak memanjangkan (memanyunkan) mulut pada posisi yang tidak seharusnya, yaitu di luar bacaan dhammah. Kesalahan umumnya terjadi pada huruf syin (ش), tho (ط), dan ra (ر).
Ayat 1: Basmalah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Selain adanya potensi kesalahan memanjangkan mulut seperti pada ta’awudz, terdapat pula titik rawan pada bacaan ra bertasydid (رَّ). Bacaan ini bersifat tafkhim (tebal), sehingga perlu digetarkan, namun tidak boleh berlebihan. Cara melakukannya adalah dengan sedikit menggulungkan lidah agar menimbulkan getaran. Di sisi lain, getaran tidak boleh terlalu digaungkan sehingga terdengar kencang.
Perlu diperhatikan pula agar tidak tertukar antara ha kecil (ح) dan ha besar (ه).