Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 18 Juli 2025.

Tahsin dasar dalam membaca Al-Qur’an menekankan pada kelancaran bacaan dengan memperhatikan konsistensi panjang/pendek bacaan, penerapan tajwid secara mendasar, dan pengucapan huruf dengan membedakan antara huruf-huruf lain yang serupa.
Pada evaluasi bacaan di halaman 104 pada Al-Qur’an Mushaf Utsmani di atas, terdapat beberapa hal yang perlu ditekankan pada tahsin tingkat dasar sebagai berikut.
Hukum Mad
Dalam membaca Al-Qur’an, harus diperhatikan hukum panjang-pendek bacaan (mad). Lebih lanjut, ketika menemui hukum mad, harus pula diperhatikan apakah bacaan tersebut termasuk hukum mad qashr/pendek, mad tawassuth/menengah, atau mad thul/panjang.
Baris pertama dari halaman 104 di atas dapat dijadikan latihan membaca hukum mad karena terdapat perpaduan antara bacaan mad qashr dan mad tawassuth.

Selain itu, perlu juga diperhatikan kesalahan yang umum dilakukan adalah ketika bertemu dengan hukum mad iwad, yaitu bacaan fathahain yang diubah menjadi fathah karena bacaan akan dihentikan (waqaf). Biasanya hukum ini ditemukan di akhir ayat. Yang harus diingat adalah mad iwad dibaca seperti mad qashr, yaitu hanya 2 (dua) harakat. Contohnya dapat ditemukan pada akhir ayat ke-163:

Dengung (Gunnah)
Terdapat beberapa bacaan yang harus didengungkan sehingga perlu ditahan selama 2 (dua) harakat. Secara umum, jenis bacaan ini disebut dengan gunnah. Hukum gunnah yang berdiri sendiri berlaku ketika menemui nun bertasydid atau mim bertasydid.
Selain itu, hukum gunnah juga dapat muncul pada huruf yang dibaca melebur. Hukum tajwid ini disebut idgham bigunnah yang terjadi apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf: mim (م), nun (ن), wau (و), atau ya (ي).
Bagian akhir pada baris pertama halaman 104 sebelumnya meliputi satu bacaan idgham bigunnah dan satu bacaan gunnah yang dapat dijadikan bahan latihan.
Pantulan (Qalqalah)
Hukum lain yang sering terlewat pada tahsin dasar adalah bacaan memantul (qalqalah). Hukum qalqalah berlaku pada lima huruf yang disukunkan: ba (ب), jim (ج), dal (د), tha (ط), dan qaf (ق). Pantulan dalam hukum qalqalah harus terdengar dengan jelas, namun tidak secara berlebihan.
Latihan membaca qalqalah dapat ditemukan pada penggalan ayat 164 yang terletak di baris kelima halaman 104:

Membedakan Huruf
Meskipun tahsin level dasar belum membahas pengucapan/makhraj dan sifat huruf secara detail, namun perlu dibiasakan untuk membedakan beberapa huruf-huruf agar tidak terkesan berubah menjadi huruf lain. Beberapa contoh huruf yang sering dibaca kurang sempurna sehingga berubah menjadi huruf lain diantaranya:
- Jim (ج) dan zai (ز)
- Ta (ت) dan dal (د)
- Ta (ت) dan tha (ط)
- Sin (س) dan syin (ش)
- Kaf (ك) dan qaf (ق)
Beberapa huruf lain yang perbedaan makhraj-nya cukup tipis seperti ha tipis (ح) dan ha tebal (ه) serta alif/hamzah (ا) dan ‘ain (ع) akan dibahas pada level tahsin yang lebih tinggi.