
Intisari kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 27 Juni 2025.
Jenis Mad Berdasarkan Panjang Harakat
Mad adalah hukum bacaan panjang dalam Al-Qur’an. Dari panjang harakat bacaannya, mad dibagi menjadi tiga:
- Mad qashr/pendek: Dibaca 2 harakat
- Mad tawassuth/menengah: Dibaca 4 harakat
- Mad thul/panjang: Dibaca 6 harakat
Pada kajian hari ini, pembahasan difokuskan pada jenis mad tawassuth.
Ciri-Ciri Mad Tawassuth
Ciri utama dari mad tawassuth adalah adanya tanda alis. Meski demikian, tidak semua lafadz bertanda alis termasuk mad tawassuth, karena sebagian lainnya masuk ke kategori mad tul.
Mad tawassuth dicirikan dengan dua tanda pada Al-Qur’an, yaitu:
- Tanda alis bertemu alif.
- Tanda alis bertemu hamzah.
Cara Membaca Mad Tawassuth
Mad tawassuth pada umumnya dibaca panjang 4 (empat) harakat. Namun, dalam beberapa cara baca lainnya ada perbedaan yang terbagi untuk masing-masing ciri.
Beberapa ulama memperbolehkan pembacaan hingga 5 (lima) harakat untuk kasus tanda alis bertemu hamzah yang biasa disebut Mad Wajib Mutassil. Pada dasarnya, jenis mad ini terjadi jika tanda alis bertemu hamzah pada kalimat yang sama. Namun, bacaan yang terlalu panjang berpotensi mengarah ke mad thul.
Di sisi lain, ada cara membaca kasus tanda alis bertemu alif cukup sepanjang 2 (dua) harakat yang umumnya dikenal sebagai Mad Ja’iz Munfasil. Dalam hal ini, tanda alis bertemu alif pada kalimat yang berbeda. Meski dibolehkan, jika mad ini dibaca hanya dua harakat maka terkesan tidak berbeda dengan jenis mad qashr.
Untuk itu, diharapkan dalam membaca mad tawassuth diambil konsistensi harakat. Pengambilan panjang empat harakat baik untuk Mad Wajib Mutassil maupun Mad Ja’iz Munfasil dirasa lebih mudah diamalkan dibandingkan jika antara keduanya saling dibedakan.
Contoh Mad Tawassuth
Pada Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 142 dan 143 yang ditampilkan di atas, terlihat banyak contoh mad tawassuth. Jika difokuskan pada penggalan ayat 143 berikut,
لَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ ۚ
Terdapat 6 (enam) mad tawassuth terlihat pada penggalan tersebut, terdiri atas 2 (dua) Mad Wajib Mutassil dan 4 (empat) Mad Ja’iz Munfasil.