Intisari kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 4 Juli 2025.
Dari kajian sebelumnya, telah dijelaskan tentang pembagian jenis mad berdasarkan panjang harakatnya. Setelah sebelumnya dibahas tentang mad tawassuth/menengah, hari ini akan dijelaskan tentang mad thul/panjang.
Ciri-Ciri Mad Thul
Ciri-ciri dari mad thul serupa dengan mad tawassuth, yaitu tanda alis. Perbedaannya adalah pada tanda yang berada setelah tanda alis tersebut.
Mad tawassuth dicirikan dengan dua tanda pada Al-Qur’an, yaitu:
- Tanda alis bertemu tasydid.
- Tanda alis bertemu sukun.
Cara Membaca Mad Thul
Mad thul dibaca panjang 6 (enam) harakat. Setelah mad thul, bacaan langsung dimasukkan ke dalam huruf yang bertasydid atau disukunkan.
Terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam membaca mad thul, diantaranya:
- Dibaca seperti mad qashr (2 harakat) atau bahkan tidak dipanjangkan sama sekali.
- Dibaca seperti mad tawassuth (4 harakat).
- Karena fokus pada irama, panjang mad thul lebih dari 6 harakat.
- Ketika meneruskan bacaan ke huruf bertasydid sering ditahan terlalu lama (kecuali untuk huruf gunnah).
Contoh Bacaan Mad Thul
Contoh dari mad thul yang paling sering dibaca sehari-hari terdapat pada ayat terakhir Surat Al-Fatihah:

Perhatikan tanda alis yang menghadapi lam bertasydid.
Contoh lain mad thul dapat ditemukan pada Surat Yunus ayat 51:

Di mana dalam hal ini, mad thul dicirikan dengan tanda alis yang menghadapi lam sukun.