
BPW MUI Kelurahan Sarijadi Kota Bandung mengadakan pelatihan public speaking untuk pengurus dan jama’ah Majelis Ta’lim di lingkungan Kelurahan Sarijadi pada Ahad (13/7) bertempat di MTs Al-Inayah Sarijadi. Majelis Ta’lim Al-Hidayah (MTA) mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan tersebut yaitu Dwi Purwanti dan Annisa. Selain itu, jama’ah MTA lainnya, Ibu Komariah menjadi panitia pelatihan ini.
Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan perwakilan dari MTA dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas penyampaian public speaking khususnya di lingkungan MTA dan Kelurahan Sarijadi pada umumnya. Selain itu, perwakilan tersebut dapat menjadi agen transfer atas ilmu yang mereka dapatkan selama pelatihan sehingga semakin banyak pengurus dan jamaah MTA yang mendapatkan ilmunya dan semakin berani tampil dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Masjid Al-Hidayah.
Penunjukkan perwakilan pada jamaah yang berusia lebih muda merupakan bentuk kaderisasi jama’ah aktif sehingga diharapkan kedepannya, majelis ta’lim tidak hanya berisi ibu-ibu yang cukup matang usianya namun juga diramaikan dengan generasi yang lebih muda.
Pelatihan dibuka dengan sambutan dan dilanjutkan penyampaian materi oleh narasumber. Dalam pelatihan ini, terdapat dua narasumber yang sudah berpengalaman di bidang public speaking Kota Bandung yaitu Ibu Willy Alawiah, S.H.I., S.Pd.I dan Bapak Moh Noor Ganjar Setiawan, S.H.I, MM.
Acara pelatihan dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, narasumber menyampaikan materi public speaking.
Kemampuan berbicara perempuan sudah tidak perlu diragukan lagi. Hal ini merupakan modal dalam public speaking untuk ibu-ibu. Saat seorang ibu mengajarkan atau berbicara di depan anak, hal ini sudah merupakan public speaking skala kecil. Untuk di skala yang lebih besar, yang paling utama adalah bagaimana bisa merasa nyaman saat berbicara dengan audiens.
Ibu-ibu majelis ta’lim dianggap sudah punya pengalaman untuk berbicara di depan umum namun dengan ilmu yang disampaikan dalam pelatihan ini diharapkan ibu-ibu majelis ta’lim dapat menyebarkan ilmu dan dakwah secara bijak serta membantu membentuk karakter generasi melalui keteladanan lisan.
Beberapa contoh public speaking dalam ruang lingkup majelis ta’lim yaitu: ceramah atau kultum, sambutan, pembawa acara/master of ceremony (MC), laporan kegiatan, dll.
Ibu Willy menyebutkan dalam public speaking terdapat tiga kunci utama yaitu:
- Berbicara
- Di depan umum
- Ada tujuan yang harus dicapai
Berbicara di depan umum memerlukan jam terbang dan keberanian. Coba saja dulu, lalu perbaiki. Pak Iwan mengatakan salah satu nasihat ayahnya: “Right or wrong is beledug saja”. Namun tetap harus siap mental saat ada yang mengoreksi dan mau memperbaiki diri.
Dalam pelatihan ini juga diberikan catatan mengenai hal-hal penting yang harus diperhatikan saat public speaking. Salah satunya adalah pentingnya mengetahui seperti apa audiens yang dihadapi sehingga bisa menyesuaikan bahasa tubuh, intonasi, dan penggunaan kata agar merasa nyaman saat berbicara dan audiens dapat memberikan atensinya pada pembicara.
Selain itu, narasumber juga mengingatkan mengenai pentingnya adab berbicara secara Islam ketika melakukan public speaking karena apabila sudah disampaikan, maka ucapan kita tidak bisa ditarik kembali. Jadi pembicara semestinya harus bijak dalam memilih kata agar tidak melukai orang lain.
Sesi kedua dimulai setelah para peserta menikmati jamuan makan siang dari panitia dan melaksanakan shalat Dzuhur. Sesi ini diawali dengan pembagian kelompok dan dilanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu praktek public speaking. Ada 2 praktek yaitu: praktek ceramah singkat dan praktek menjadi MC.
Setiap kelompok berdiskusi mengenai isi ceramah dan susunan yang akan dibicarakan saat menjadi MC. Setiap kelompok diminta menuliskan petunjuk pada cue card yang nantinya akan dipakai saat ceramah atau menjadi MC. Peserta yang lain memberikan komentar dan koreksi atas penampilan perwakilan kelompok yang ditunjuk.
Sesi praktek ini dirasa sangat bermanfaat karena selain praktek sendiri, peserta juga dapat belajar dengan melihat bagaimana peserta lain tampil. Peserta juga langsung mendapat komentar dan umpan balik serta diberikan solusi atau trik mengatasinya.
Pelatihan ditutup dengan pembagian sertifikat untuk peserta dan foto bersama.
Kesan dari peserta MT Al-Hidayah
Alhamdulillah, pengalaman yang luar biasa. Bisa belajar teori dan praktek secara langsung. Penyampaian narasumber juga mudah dipahami dan memberikan inspirasi bagaimana saat berbicara di depan umum. Insya Allah dapat dipraktekan untuk diri sendiri dan di-share untuk para jamaah lain di MT Al-Hidayah.
Annisa
Pelatihan ini menambah ilmu dan inspiratif.
Dwi Purwanti
Dokumentasi



