Intisari Kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 11 Juli 2025.


Dari bahasan sebelumnya, dijelaskan tentang bacaan mad tawassuth/menengah dan mad thul/panjang. Namun, dari tiga jenis hukum mad adalah jenis mad qashr/pendek yang paling sering muncul.
Mad qashr sesuai namanya dibaca paling pendek dibandingkan jenis mad lainnya, yaitu hanya 2 (dua) harakat. Dibandingkan dengan kedua jenis mad lainnya, mad qashr ini memiliki lebih banyak ciri-ciri, yaitu sebanyak 7 (tujuh) ciri.
Ciri-Ciri Mad Qashr
Tujuh ciri mad qashr dapat dibagi kembali berdasarkan tanda baca atau harakat yang mendahului bacaan mad. Jika dibagi demikian, maka ciri-ciri mad qashr terdapat masing-masing 3 (tiga) untuk fathah, 2 (dua) untuk kasrah, dan 2 (dua) untuk dammah.
Ciri-ciri mad qashr untuk fathah terdiri atas:
- Fathah bertemu alif
- Fathah berdiri
- Fathah bertemu alif bengkok
Untuk kasrah, ciri-ciri mad qashr meliputi:
- Kasrah bertemu ya sukun
- Kasrah berdiri
Adapun untuk dammah, dua ciri mad qashr meliputi:
- Dammah bertemu wau sukun
- Dammah terbalik
Contoh Bacaan Mad Qashr
Pada ayat-ayat yang tertera di halaman 103 Al-Qur’an Mushaf Utsmani, terdapat banyak contoh mad qashr dari seluruh tujuh ciri.
Pada ayat 158 dan 159 yang relatif pendek dapat ditemukan beberapa bacaan mad qashr dari berbagai ciri. Pertama, jika diitnjau pada ayat 158:

Terdapat 5 (lima) mad qashr pada bacaan di atas. Dua lafadz Allah memiliki ciri fathah berdiri. Adapun pada lafadz وَكَانَ terdapat fathah pada huruf kaf bertemu alif. Dua mad qashr dengan ciri kasrah bertemu ya sukun dapat ditemukan pada kalimat عَزِيزًا حَكِيمًۭا
Selanjutnya, jika diperhatikan pada ayat 159:

Terdapat contoh mad qashr berciri kasrah berdiri yang menempel pada ha damir (yang berbentuk seperti bendera) serta ciri dammah bertemu wau sukun pada kalimat يَكُونُ.
Ciri fathah bertemu alif bengkok dapat ditemukan pada bagian awal halaman 103 ini, tepatnya pada penggalan ayat 156 berikut

Lafadz عَلَىٰ memang memiliki ciri fathah berdiri pada mushaf Utsmani yang biasa dipakai di Indonesia. Namun, pada mushaf Madinah, fathah tidak ditulis berdiri, sehingga alif bengkok menjadi ciri utama bacaan mad qashr dalam hal tersebut.
Adapun contoh untuk mad qashr berciri dammah terbalik tidak ada di halaman ini, namun ditemukan pada halaman 101 yang dibaca pada kajian dua pekan yang lalu. Pada bagian akhir ayat 143:

Terdapat tanda dammah terbalik pada huruf ha damir yang merupakan kasus paling umum untuk ciri ini, sama halnya dengan ciri kasrah terbalik sebelumnya.
Perlu diperhatikan bahwa tanda fathah berdiri, kasrah berdiri, dan dammah terbalik tidak akan ditemukan pada Al-Qur’an Mushaf Madinah yang cirinya digantikan dengan adanya alif kecil, ya kecil, dan wau kecil seperti pada contoh-contoh ٱلْقِيَـٰمَةِ (alif kecil setelah ya), إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِۦ (ya kecil setelah ha damir), dan تَجِدَ لَهُۥ (wau kecil setelah ha damir).