Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 2 September 2026.

Kitab Amal dan Tiga Golongan Manusia
Setelah selesainya proses hisab, seluruh manusia akan diberikan kitab catatan amalnya. Dari cara mereka menerima catatan amalnya, terdapat tiga golongan manusia.
Pertama, mereka yang menerima catatan amal dari belakang. Mereka sama sekali tidak punya amal kebaikan dan tergolong kafir. Neraka sudah siap untuk menyambar mereka. Lidah api yang sangat panas akan mencambuk mereka bagaikan burung mematuk makanan. Pada akhirnya, mereka ini tidak perlu ditimbang amalnya dan langsung dilemparkan ke dalam neraka. Tidak akan ada kemudahan apa pun lagi dan neraka menjadi tempat kembali yang kekal bagi mereka.
Golongan kedua adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki amal keburukan. Mereka menerima catatan amalnya dari kanan atau depannya. Serupa dengan golongan pertama, mereka juga tidak akan melewati timbangan. Namun, tujuan akhir mereka berkebalikan, yaitu para golongan kedua inilah yang akan langsung dimasukkan ke dalam surga. Termasuk dalam golongan kedua ini adalah mereka yang ahli shalat malam serta berdagang dan berusaha di dunia semata-mata ikhlas dan beramal atas nama Allah. Mereka akan masuk surga dan kekal selama-lamanya tanpa menghadapi kesulitan ataupun kesedihan apa pun lagi.
Adapun golongan ketiga jumlahnya sangat banyak dibandingkan dengan yang lain. Mereka ini memiliki amal kebaikan dan keburukan yang bercampur. Umumnya, mereka ini terdiri atas dua sisi. Pertama, mereka yang merasa telah melakukan amal kebaikan namun tidak sadar melakukan amal buruk. Sebaliknya, ada juga mereka yang merasa hanya melakukan keburukan namun ternyata pernah melakukan amal kebaikan. Maka golongan inilah yang harus melewati proses mizan atau penimbangan amal untuk menentukan ke mana mereka akan berakhir.
Mizan: Timbangan Amal
Setelah melihat catatan amal masing-masing dan para golongan khusus telah dibawa ke surga atau neraka, maka golongan ketiga akan menghadapi mizan, yaitu timbangan catatan amal.
Amal dipisahkan antara yang baik dengan buruk dan masing-masing dipasang pada setiap sisi lidah timbangan. Inilah momen yang sangat kritis, apakah timbangan lebih berat pada kebaikan atau keburukan? Pada momen ini, setiap manusia akan mengalami ketegangan yang luar biasa karena hasil timbangan inilah yang akan menentukan nasib dan tujuan akhir mereka, surga atau neraka. Tidak akan terlintas dalam pikiran kita tentang keluarga atau sahabat. Semua orang hanya akan memikirkan keselamatan diri sendiri.