Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 8 April 2026.

Apa itu Ruh?
Ruh adalah kunci dari aspek rohani seorang manusia. Selain dari pengertian di atas, banyak yang menganggap ruh sebagai sumber kehidupan manusia, dan hal itu tidak salah. Namun, manusia tidak memiliki banyak pengetahuan tentang ruh sebagaimana firman Allah:
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًۭا ٨٥
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”
[QS. Al-Isra’ [17]: 85]
Ruh bukanlah sesuatu yang bisa diteliti secara empiris. Belum ada yang tahu bagaimana bentuk ruh, demikian pula dengan cara ruh masuk dan keluar dari manusia sebagai tanda kehidupan dan kematian.
Penciptaan Nabi Adam As.
Untuk sedikit lebih memahami tentang konsep ruh, kita dapat melihat kembali proses penciptaan dari manusia pertama, Nabi Adam As.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى خَـٰلِقٌۢ بَشَرًۭا مِّن صَلْصَـٰلٍۢ مِّنْ حَمَإٍۢ مَّسْنُونٍۢ ٢٨ فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ ٢٩
(28) Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (29) Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan ruh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
[QS. Al-Hijr [15]: 28-29]
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh beberapa ulama dijelaskan bahwa Allah Swt. menciptakan jasad Nabi Adam As. dari tanah liat yang diambil dari berbagai jenis dan tempat. Inilah yang kemudian membuat Nabi Adam As. sangat spesial, yaitu beliau memiliki semua sifat manusia yang nantinya akan diwariskan secara terpisah-pisah. Karena kuasa Allah inilah manusia pada masa kini ada yang berkulit putih, coklat, ataupun hitam.
Dan dari ayat di atas dijelaskan bahwa ruh Nabi Adam As. sudah diciptakan sebelumnya sehingga ruh itulah yang ditiupkan ke dalam jasadnya sehingga penciptaan Nabi Adam As. sempurna.
Setelah terciptanya Nabi Adam As., maka Allah mengusap punggungnya sehingga keluarlah semua anak, cucu, dan keturunannya. Pada saat inilah seluruh ruh manusia yang akan hadir kemudian diambil kesaksiannya bahwa Allah adalah Tuhan mereka.
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ ١٧٢
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukanlah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”
[QS. Al-A’raf [7]: 172]
Fitrah Ruh: Hidup itu Pilihan
Salah satu hal yang telah Allah tetapkan ketika menciptakan ruh dari tulang belakang Nabi Adam As. adalah mengelompokkan mana ruh ahli surga dan mana ruh ahli neraka. Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan besar, sebuah pertanyaan yang juga ditanyakan kepada para sahabat kepada Rasulullah Saw. ketika berita ini sampai kepada mereka.
“Mengapa kita perlu rajin beribadah jika ruh kita sudah ditetapkan sebagai calon ahli neraka?”
Memang Allah telah menetapkan takdir untuk kita. Namun, kehidupan manusia itu adalah pilihan. Sebagai contoh, untuk seseorang yang ditakdirkan sakit, apakah mereka akan memilih untuk pasrah dan tidak berbuat apa-apa atau berusaha mencari obat atau tindakan medis agar bisa sembuh? Itu adalah sebuah pilihan.
Pada dasarnya, penetapan takdir ruh itu sebenarnya hanyalah “peluang.” Untuk itulah, Rasulullah Saw. menjawab pertanyaan di atas dengan penjelasan yang sederhana.
Untuk ruh yang berpeluang menjadi ahli surga, maka Allah akan memberinya peluang untuk beramal baik. Mereka itu akan melaksanakannya sehingga pada akhir hidupnya mereka akan menjadi ahli surga. Sebaliknya, ruh ahli neraka akan diberi peluang untuk bermaksiat. Mereka juga akan melaksanakannya sehingga pada akhirnya mereka akan benar-benar masuk neraka.
Namun perlu dicatat bahwa amal mana yang akan kita lakukan, peluang mana yang kita ambil adalah pilihan. Lakukan amal saleh, maka Allah akan menuntun kita ke jalan para ruh ahli surga, demikian pula sebaliknya.
Maka nanti pada akhirnya, sebagaimana dijelaskan pada dalil dalam Surat Al-A’raf di atas, manusia tidak dapat lagi protes tentang penciptaan dan tempat berakhirnya. Manusia masuk surga karena amal baiknya dan sebaliknya manusia masuk neraka karena amal buruknya. Tidaklah pantas Allah untuk dipersalahkan akibat pilihan dari manusia itu sendiri.
Inilah yang menjadi renungan dari fitrah ruh kita, bahwa hidup itu adalah pilihan. Takdir Allah juga bergantung pada pilihan hidup kita, dan ke mana nantinya kita kembali juga adalah hasil dari pilihan kita.
Manusia: Pemegang Amanah Terbesar
Tujuan penciptaan manusia dari Nabi Adam As. hingga saat ini adalah untuk menjadi khalifah, wakil Allah di muka bumi. Manusia juga diberikan amanah yang sangat besar, suatu beban yang bahkan ditolak oleh ciptaan-Nya yang lain.
إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَـٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًۭا جَهُولًۭا ٧٢
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu amanah itu dipikul oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
[QS. Al-Ahzab [33]: 72]
Pada saat ini sangat terlihat kezaliman dan kebodohan manusia yang saling berebut mengambil amanah. Lihat saja bagaimana proses pemilihan umum, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Kemudian lihat bagaimana sifat mereka setelah mendapatkan jabatan tersebut. Tidak jarang dari mereka yang terlena dengan kekuasaan sehingga kemudian bersifat sewenang-wenang.
Itulah mengapa Allah menetapkan Islam sebagai agama dan aturan yang mengikat untuk kehidupan manusia. Tanpa adanya Islam, maka pasti dunia akan hancur. Hal yang haram ditabrak sehingga terjadi banyak kasus tak bermoral. Maka sangat pantas jika dikatakan bahwa Islam adalah pelindung dunia ini.
Untuk itulah seorang muslim harus mengingat kembali tujuan paling utama dari penciptaannya yang tidak terlepas dari Tuhan Yang Maha Pencipta.
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ٥٦
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
[QS. Adz-Dzariyat [51]: 56]