Intisari Kajian Hadis bersama Ust. H. Zubair Alam, M.Pd., M.Hum. hari Ahad tanggal 12 Oktober 2025.

Kaya, Maka Bersyukur
Nabi Sulaiman As. adalah anak dari Nabi Dawud As. yang sudah terkenal sebagai seorang raja kaya-raya. Salah satu ajaran yang beliau peroleh dari ayahnya adalah dengan tidak sombong kepada Allah Swt. Selalu berdoa untuk segala hal. Maka, beliau berdo’a kepada Allah untuk mendapatkan kekayaan seperti ayahnya. Jadilah Nabi Sulaiman As. menjadi nabi dan rasul terkaya, melebihi orang tuanya.
Setelah kaya tak tertandingi pun, Nabi Sulaiman As. tidak berhenti berdo’a. Dalam sebuah do’a yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an, beliau berdo’a setelah mendengar sekumpulan semut berbicara:
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١٩
Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” [QS. An-Naml [27]: 19]
Miskin, Maka Bersabar
Di sisi lainnya, ada Nabi Ayyub As. Beliau terkena penyakit yang luar biasa mengerikan sehingga keluarganya meninggalkannya, kecuali sang istri yang kemudian pada akhirnya juga sempat pergi darinya. Selain itu, seluruh hartanya juga habis. Secara singkat, Nabi Ayyub As. ditinggal sendiri dan tanpa harta sama sekali.
Dalam posisi yang sangat sulit ini, beliau mengandalkan rasa kesabaran untuk tetap bertahan. Beliau memilih untuk tidak mengeluh, kecuali kepada yang dapat menyelesaikan seluruh masalahnya.
Maka, pada saat itulah Nabi Ayyub As. berdo’a kepada Allah:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ٨٣
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” [QS. Al-Anbiya [21]: 83]
Do’a ini adalah sebuah ekspresi seakan-akan bahwa beliau adalah seorang pasien yang memohon pengobatan kepada Allah Yang Maha Menyembuhkan. Hanya setelah inilah, Allah akhirnya mengangkat penyakitnya, mengembalikan istri dan keluarganya ke sisinya, hingga bahkan memperbanyak keturunannya dan menambah hartanya sehingga berlimpah.
Do’a Kita, Tidak Mujarab?
Pada peristiwa di atas, Nabi Sulaiman As. dan Nabi Ayyub As. membuktikan bagaimana mujarabnya do’a kepada Allah untuk benar-benar mengubah nasib hidupnya. Namun, hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar untuk kita. Mengapa do’a kita seringkali seperti tidak mujarab? Berdo’a agar kaya tapi tetap miskin?
Ingatlah bahwa do’a kita kepada Allah tujuan utamanya bukan untuk menjadi kaya atau punya jabatan, melainkan agar Allah menjaga kita. Jika ternyata kekayaan dan jabatan mungkin bisa membelokkan kita dari ketaatan kepada Allah, maka mungkin do’a tersebut Allah ganti dengan sifatnya Yang Maha Menjaga. Bukannya do’a kita tidak dikabulkan, melainkan mungkin belum waktunya atau Allah menggantinya dengan yang lain yang akan menjaga kita dalam do’a dan dzikir kepada-Nya.
Untuk itu, janganlah kita berhenti berdo’a. Manusia tidak akan bisa bertahan hidup tanpa perlindungan Allah. Jangan menjadi seorang yang sombong, merasa dapat berdiri sendiri. Selalu biasakan do’a dan dzikir, agar Allah selalu melindungi kita dan memberikan kita rezeki sesuai kadar yang tetap mempertahankan kita dalam iman dan Islam kepada-Nya.