Intisari Kajian Hadis bersama Ust. H. Zubair Alam, M.Pd., M.Hum. hari Ahad tanggal 14 Desember 2025.

Makna Saudara
Saudara tidak hanya sekadar hubungan antara orang yang serahim, lahir dari ibu yang sama sebagai kakak dan adik. Dalam definisi lainnya, saudara juga berarti orang lain yang berhubungan keluarga. Namun, dalam cakupan yang lebih luas, saudara juga dapat diartikan sebagai orang-orang yang segolongan. Dengan demikian, maka Ukhuwah Islamiyah dapat diartikan sebagai persaudaraan adalah hubungan erat antara sesama muslim.
Seseorang yang telah dianggap sebagai saudara semestinya saling terikat satu dengan yang lainnya melalui rasa kepercayaan. Itulah yang mempertahankan hubungan kita sebagai saudara, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat dengan memasuki surga Allah bersama-sama. Persaudaraan semestinya tidak terbatas waktu, bahkan maut pun tidak memisahkan mereka karena itu hanyalah sekadar perpisahan sementara sebelum pertemuan kembali di akhirat.
Asas-Asas Ukhuwah
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!”
[HR. Muslim]
Hadis Rasulullah Saw. yang diriwayatkan dari Abu Hurairah di atas menunjukkan dasar dan asas dari ukhuwah.
Pertama, kecintaan kepada Allah Swt. Asas ini menegaskan bahwa setiap amal yang dilakukan, termasuk amal sosial terhadap sesama manusia harus berdasar pada kecintaan kepada Allah Swt. Tidak boleh amalan dilakukan dengan niat lain, terlebih jika sudah melenceng ke hal-hal duniawi. Contoh, menyampaikan sumbangan untuk direkam dan disebar di media sosial agar terkenal. Atau menjadi pengisi suatu majelis dakwah hanya untuk menerima “amplop.” Memang hal ini manusiawi, tapi jika niat ini mengalahkan cinta kepada Allah, maka ini adalah sebuah kesalahan.
Kedua, kesempurnaan iman. Hal ini dapat diperoleh dengan menjalin persaudaraan dimulai dari yang terdekat. Orang tua, istri, anak, keluarga, tetangga, hingga saudara seiman, dan sesama manusia. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw. bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه
“Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
[HR. Bukhari Muslim]
Hadis di atas menunjukkan bahwa kesempurnaan iman hanya akan diperoleh dengan memberikan apapun yang terbaik kepada saudara-saudara kita. Mementingkan maslahat bersama dibandingkan dengan kepentingan pribadi.
Keutamaan Ukhuwah
Menjalin persaudaraan dan cinta terhadap saudara karena Allah Swt. memiliki banyak keutamaan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. menyampaikan sebuah kabar.
أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ
“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“
[HR Muslim No. 2567]
Dan dalam hadis lainnya dari Muadz bin Jabal, beliau bersabda:
قَالَ اللهُ -عَزَّ وجَلَّ-: المُتَحَابُّون فِي جَلاَلِي، لَهُم مَنَابِرُ مِن نُورٍ يَغْبِطُهُم النَبِيُّونَ والشُهَدَاء
“Allah berfirman, ‘Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan- Ku, mereka memiliki mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat iri para Nabi dan orang-orang yang syahid.”
[HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani]
Lebih lanjut, ada janji Allah untuk mereka yang saling mencintai karena-Nya.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ عَنْ أَبِي الْحُبَابِ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas dari apa yang telah dibacakan kepadanya dari ‘Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin Ma’mar dari Abu Al Hubab Sa’id bin Yasar dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat kelak: “Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini kunaungi mereka, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.”
[HR. Muslim No. 4655]
Dasar dari cinta dan persaudaraan sesama muslim haruslah karena kesetiaan dan ketaatan kita terhadap Allah.
أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ: الْمُوَالاَةُ فِي اللهِ، وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ، وَالْحُبُّ فِي اللهِ، وَالْبُغْضُ فِي اللهِ.
“Ikatan iman yang paling kuat adalah loyalitas yang kuat karena Allah dan permusuhan karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.”
[HR. At-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani]
Tingkatan Ukhuwah
Terdapat beberapa tingkatan dari Ukhuwah Islamiyah. Yang pertama adalah ta’aruf, yaitu saling berkenalan. Maka, akan timbul saling memahami, yaitu tafahhim sebagai tingkat kedua. Ketiga, ta’aluf, yaitu timbulnya keakraban terhadap saudara. Keempat, ta’awun atau kerjasama, terutama dalam hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah. Dan tingkatan tertinggi adalah tadhiyah, yaitu saling berkorban.