Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 8 Juli 2026.
Dimulainya Perhitungan Amal
Setelah manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar, maka dimulailah proses hisab. Orang-orang pertama yang akan dihisab bukanlah yang paling dahulu hidup di dunia melainkan para nabi dan rasul. Hal ini adalah bentuk pertanggungjawaban dari risalah yang Allah berikan kepada para utusannya.
Setelah itu, barulah manusia lainnya akan mulai dihisab. Persidangan Allah sangatlah dahsyat sehingga tidak ada seseorang yang dapat menolong seorang lainnya, bahkan orang yang paling beriman. Mereka akan berpisah untuk menyelamatkan diri sendiri, bahkan tanpa memikirkan keluarganya sendiri.
فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ ٣٣ يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ ٣٤ وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ ٣٥ وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ ٣٦ لِكُلِّ ٱمْرِئٍۢ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍۢ شَأْنٌۭ يُغْنِيهِ ٣٧
(33) Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), (34) pada hari itu manusia lari dari saudaranya, (35) dan dari ibu dan bapaknya, (36) dan dari istri dan anak-anaknya. (37) Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
[QS. ‘Abasa [80]: 33-37]
Kaum Kafir: Napas Neraka
Salah satu golongan yang akan merasakan dahsyatnya hisab dengan cara yang sangat menakutkan adalah golongan kafir. Mereka akan didatangkan sebagai satu rombongan dan Allah tidak perlu banyak menghitung amal mereka. Dosanya sudah jelas lebih banyak dari pahalanya. Maka pengumpulan mereka adalah untuk diperlihatkan apa yang akan menunggu mereka setelahnya.
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌۭ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَلَـٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ ٱلْعَذَابِ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ ٧١
Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, “Bukankah telah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, ada,” tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.
[QS. Az-Zumar [39]: 71]
Dalam sebuah tafsir dari Imam Al-Ghazali, dikatakan bahwa pada awal proses hisab, Allah akan mendatangkan neraka Jahanam, namun bukan secara langsung melainkan hanya dengan hembusan napasnya. Begitu panas napas neraka itu terasa hingga ke semua orang di Padang Mahsyar, maka bergetarlah semuanya. Adapun mereka yang kafir akan menyadari bahwa inilah janji yang mereka dustakan, sehingga tumbanglah mereka akibat ketakutan yang luar biasa.
Ketika Kebenaran Terhalang
Dengan awal yang dahsyat, setiap manusia akan sangat bergetar ketika waktu mereka dihisab tiba. Allah akan memanggil tiap-tiap orang satu persatu untuk diperlihatkan dan diperhitungkan amalnya.
Ketika seorang manusia dipanggil untuk dihisab, maka mereka akan melihat beberapa pemandangan yang luar biasa. Mereka akan menghadap Allah dan melihat-Nya sebagaimana melihat bulan purnama. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari berbagai perawi sahih, Rasulullah Saw. bersabda:
إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تَضَامُّوْنَ فِي رُؤْيَتِهِ
Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini (purnama). Kalian tidak berdesak-desakan ketika melihat-Nya.
[HR. Bukhari no. 7434]
Ini tertentu sangat berbeda dengan manusia di dunia yang bahkan para nabi dan rasul sekalipun tidak bisa melihat Allah. Nabi Ibrahim tidak mampu melihat tangan Allah secara langsung untuk menghidupkan kembali burung-burung yang beliau potong. Demikian pula Nabi Musa yang langsung pingsan setelah melihat sebuah gunung hancur ketika Allah akan menampakkan zat-Nya.
Namun, pada hari akhirat inilah semua orang akan bisa melihat Allah secara langsung dengan izin-Nya, termasuk di dalamnya adalah mereka yang kafir. Maka ketika seorang kafir menghadap Allah, maka dirinya ditanya, “Apakah kamu diberitahukan bahwa kamu akan bertemu dengan-Ku?” Namun, mereka menjawab tidak, karena mereka tidak mempercayai hal itu. Sebuah ironi bahwa mereka masih menolak kebenaran meskipun sumber dari segala kebenaran itu ada di depan mereka sendiri.
Maka Allah kembali bertanya kembali kepada mereka sebagaimana dijelaskan dalam berbagai ayat pada Surat Al-Waqi’ah:
أَفَرَءَيْتُم مَّا تُمْنُونَ ٥٨ ءَأَنتُمْ تَخْلُقُونَهُۥٓ أَمْ نَحْنُ ٱلْخَـٰلِقُونَ ٥٩
(58) Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan. (59) Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?
[QS. Al-Waqi’ah [56]: 58-59]
Mereka akan tetap menganggap merekalah yang memancarkan mani tersebut. Selanjutnya mereka pula ditanya tentang bibit tanaman, air, hingga api yang mereka gunakan. Namun, mereka tetap mengatakan bahwa itu adalah hal yang mereka buat sendiri. Hingga datang satu pertanyaan yang sangat sulit:
فَلَوْلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلْحُلْقُومَ ٨٣ وَأَنتُمْ حِينَئِذٍۢ تَنظُرُونَ ٨٤ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ ٨٥ فَلَوْلَآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ٨٦ تَرْجِعُونَهَآ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ٨٧
(83) Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan, (84) dan kamu ketika itu melihat, (85) dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat, (86) maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah), (87) kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?
[QS. Al-Waqi’ah [56]: 83-87]
Pada posisi inilah kaum kafir akhirnya terdiam. Sebuah pembuktian bahwa mereka sepenuhnya salah. Maka, Allah menghukum mereka sebagai seburuk-buruknya makhluk, yaitu mereka yang telah mendapatkan kabar dari Allah namun tetap tidak mau beriman dan mengakuinya.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ ٦
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
[QS. Al-Bayyinah [98]: 6]