Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 29 April 2026.

Tiga Pertanyaan Manusia
Dalam hakikat perjalanan manusia mulai dari alam ruh hingga akhirat, ada tiga pertanyaan yang sangat mendasar dan perlu direnungi. Siapa kita? Di mana kita? Dan ke mana kita akan kembali?
Jawaban dari soal pertama adalah bahwa kita ini manusia, makhluk yang diciptakan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Menciptakan. Dari awal ruh diciptakan, Allah telah menetapkan berbagai hal dalam kehidupan seorang manusia. Siapa yang akan menjadi orang tuanya, kapan dan di mana dia lahir, hingga akhirnya kapan dan di mana dia akan mati.
Adapun untuk soal kedua, maka jawabannya adalah manusia sedang menjalani hidup di alam dunia. Waktu kehidupan tersebut terbentang dari saat lahir hingga kematian datang dengan diawali sakaratul maut. Di alam dunia inilah manusia mempersiapkan bekal untuk menuju tempat kembalinya.
Maka kita bisa menjawab soal ketiga, ke mana kita akan kembali? Yaitu kepada Allah yang telah menciptakan kita. Fase setelah kematian dan alam kubur yang menjadi tahap terakhir perjalanan kita kembali kepada-Nya adalah fase akhirat, di mana hanya amal perbuatan kita di dunia yang akan membantu.
Fase Terakhir, Hidup Kembali
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَٰتًۭا فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ٢٨
Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
[QS. Al-Baqarah [2]: 28]
Manusia pada awalnya berasal dari benda mati, yaitu dari tanah. Dengan ditiupkannya ruh ke dalam janin yang berada dalam rahim seorang ibu, maka jadilah manusia yang hidup untuk kemudian dilahirkan dan menjalani kehidupannya di dunia. Kemudian ketika ajal tiba, maka ruh akan meninggalkan alam dunia ini, menyisakan jenazah yang tidak lebih dari benda mati yang kemudian dikuburkan untuk kembali menyatu dalam tanah.
Pada akhirnya, semua manusia akan kembali hidup, dibangkitkan dari alam kubur untuk menjalani alam akhirat. Inilah fase terakhir dari perjalanan ruh, yaitu kembali menghadap Allah di akhirat, mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah dilakukan di dunia. Di fase ini juga manusia akan mendapatkan takdir terakhirnya, apakah masuk ke surga atau terjerumus ke dalam neraka.
Awal Akhirat: Kiamat Pertama dan Kedua
Berakhirnya seluruh fase dunia dan dimulainya fase akhirat ditandai dengan datangnya hari kiamat. Dalam Kitab Ar-Ruh karya Ibnu Qayyim, dijelaskan tentang dua kiamat.
Kiamat pertama adalah kehancuran dunia yang sangat dahsyat. Sedemikian hebatnya kiamat pertama ini sehingga Allah menjelaskannya dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an, misalnya pada Surat Al-Qari’ah.
يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ ٤ وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ ٥
(4) Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, (5) dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
[QS. Al-Qari’ah [101]: 4-5]
Kejadian kiamat pertama ini juga ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh Malaikat Israfil. Maka, manusia yang masih hidup di dunia, yaitu mereka yang benar-benar kafir terhadap Allah akan menyaksikan sendiri kehancuran dunia yang sangat mengerikan. Pada akhirnya, semua makhluk akan mati tanpa bersisa.
Adapun kiamat kedua jarang dibahas karena ketika ini terjadi seluruh makhluk sedang berada dalam posisi “istirahat.” Nikmat dan azab untuk penghuni alam kubur terhenti karena bahkan para malaikat sekalipun sedang dimatikan oleh Allah setelah terjadinya kiamat pertama. Pada kiamat kedua, Allah akan membangun kembali “bumi yang baru”, tempat di mana kebangkitan akan terjadi.
Inilah tempat yang akan menjadi Padang Mahsyar, di mana manusia akan berkumpul seluruhnya dan menghadapi pengadilan Allah.
Bangkit dari Kubur
Kiamat kedua berakhir ketika Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk kedua kalinya. Tiupan ini yang akan mengundang kembali ruh seluruh manusia ke dalam sangkakala. Bentuk dari ruh ini bermacam-macam, mulai dari yang bercahaya terang karena banyak beramal saleh, hingga yang sangat gelap gulita akibat dosa yang bertumpuk.
Dengan tiupan sangkakala ketiga dan terakhir, Allah dengan kuasanya akan mengembalikan semua ruh ke setiap jasad yang masih berada di dalam tanah. Inilah janji-Nya dalam Surat At-Takwir:
وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتْ ٧
Dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
[QS. At-Takwir [81]: 7]
Ruh dan jasad akan kembali bertemu dengan pasangan yang sama. Tidak akan ada seseorang yang ruhnya kembali ke jasad yang berbeda. Namun, bentuk jasad yang akan dibangkitkan ini akan berubah bergantung pada amalnya di dunia. Maka dengan panggilan Allah, semuanya akan keluar dari kubur, berdiri untuk menghadap penciptanya.
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ ٥١ قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَـٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ ٥٢
(51) Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya. (52) Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).
[QS. Ya Sin [36]: 51-52]
Setelah semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar, maka mereka akan menunggu keputusan dari Allah. Bagaimana amal mereka? Apakah timbangan kebaikan atau keburukan yang lebih berat? Akankah mereka selamat dari jembatan Shirathal Mustaqim? Dan di manakah tempat kembali mereka, surga atau neraka?