Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Ust. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 10 September 2025.

Shalat yang Khusyuk dan Sempurna
Memahami bacaan shalat adalah kunci menuju kekhusyukan dalam shalat. Semua dimulai dari membatasi, mengharamkan diri dari segala hal di luar shalat melalui gerakan dan bacaan yang disebut sebagai takbiratul ihram. Mengagungkan nama Allah Yang Maha Besar, Allahu Akbar. Maka, sudah semestinya seorang muslim fokus pada shalat setelah melakukan takbiratul ihram tersebut.
Dari segi fiqih, shalat sah cukup dengan bacaan dan gerakan yang sesuai tuntunan. Namun, dari segi sufi, shalat tidaklah sempurna tanpa menghadirkan hati. Hal ini hanya mampu dicapai jika kita benar-benar memahami dan memaknai bacaan shalat.
Shalat yang sempurna haruslah membuat pikiran kita fokus sepenuhnya pada ibadah yang kita jalani. Maka tidak semestinya kita masih terpikirkan urusan dunia saat shalat. Contoh inilah yang ditunjukkan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib yang tidak kuasa mencabut panah dari tubuhnya karena rasa sakit yang luar biasa. Namun, dengan melaksanakan shalat, maka bahkan dengan darah yang mengalir deras, beliau tidak merasakan sakit sama sekali karena sangat khusyuk di dalamnya.
Shalat yang Lalai
Sebaliknya, shalat yang lalai sifatnya tidak sempurna bahkan bisa tertolak. Inilah yang Allah jelaskan dalam firman-Nya dalam Al-Qur’an:
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ ١ فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ ٢ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ ٣ فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ ٤ ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ٥ ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ ٦ وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ ٧
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (2) Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, (3) dan tidak mengajak memberi makan orang miskin. (4) Maka celakalah orang yang salat, (5) (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, (6) yang berbuat riya, (7) dan enggan (memberikan) bantuan. [QS. Al-Ma’un [107]: 1-7]
Tafsir dari ulama tidak hanya membatasi pada ayat 4 dan 5 yang menyatakan bahwa orang yang celaka adalah yang dalam pelaksanaan shalatnya lalai. Jika kita lihat ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, terdapat beberapa kekejian dan kemunkaran lainnya. Menghardik anak yatim, menelantarkan orang miskin, riya, dan enggan membantu.
Maka, shalat yang khusyuk seharusnya mencegah seluruh perbuatan keji dan munkar itu, sebagaiman firman Allah lainnya:
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ
“Dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” [QS. Al-Ankabut [29]: 45]