
Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 25 Juni 2025.
Ayat 17
هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلْجُنُودِ ١٧
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang),
Kata ٱلْجُنُودِ adalah bentuk jamak dari bala tentara. Yang dimaksud sebagai bala tentara kemudian dijelaskan pada ayat berikutnya.
Ayat 18
فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ ١٨
(yaitu) Fir’aun dan Tsamud?
Fir’aun dan Tsamud adalah contoh-contoh pemimpin yang zalim, diktator, dan tidak bermoral.
Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan secara sewenang-wenang membunuh semua anak laki-laki yang lahir di daerah kekuasaannya agar tidak ada yang mampu menentangnya. Meski demikian, dengan kuasa Allah Swt., seorang anak laki-laki bertahan hidup yang kemudian dikenal sebagai Nabi Musa as.
Adapun kaum Tsamud berulang kali menguji Nabi Shalih as. dengan hal-hal yang terkesan mustahil, namun atas izin Allah Swt. selalu dapat diwujudkan. Meski demikian, kaum Tsamud tetap saja mendustakan kebenaran tersebut hingga Allah Swt. mengancam melalui Nabi Shalih as. bahwa mereka akan dibinasakan dengan azab yang pedih.
Jika suatu saat dunia hanya dipimpin oleh para pemimpin seperti keduanya ini, maka kiamat mestilah sudah dekat. Beruntungnya, saat ini masih ada beberapa pemimpin yang baik dan dapat dipercaya, karena Allah Swt. menahan kezaliman dari beberapa pemimpin tersebut.
Ayat 19
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى تَكْذِيبٍۢ ١٩
Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,
Orang-orang kafir memang secara sifatnya akan selalu dusta, sebagaimana akhir-akhir ini banyak perang dan konflik berkecamuk karena berdustanya kaum kafir. Adapun yang didustakan oleh para kafir ini akan disebutkan pada ayat 21.
Ayat 20
وَٱللَّهُ مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطٌۢ ٢٠
padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos).
Allah Swt. telah memberi contoh bagaimana para tentara Fir’aun dan Tsamud luluh lantak dengan Mahakuasa-Nya. Tentara Fir’aun terkepung oleh air Laut Merah saat mengejar kaum Nabi Musa as. sehingga mereka semua tenggelam. Demikian pula kaum Tsamud yang diazab selama tiga hari tanpa henti, memusnahkan mereka seluruhnya.
Kedua kisah tersebut menunjukkan bahwa sebagaimanapun besarnya manusia dengan kesombongannya tidak akan mampu melawan Allah Yang Maha Besar.
Ayat 21
بَلْ هُوَ قُرْءَانٌۭ مَّجِيدٌۭ ٢١
Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur`an yang mulia,
Kedua kaum tersebut mendustakan ajaran tauhid yang saat ini telah termaktub dalam Al-Qur’an. Semua aturan berada di dalam kitab yang mulia ini. Maka, sudah semestinya manusia untuk mengacu kepada Al-Qur’an dalam segala langkah hidupnya.
Ayat-ayat tentang moralitas banyak ditemukan dalam Al-Qur’an. Selama ayat-ayat tersebut diamalkan, maka umat manusia tidak akan tersesat sepenuhnya. Dan jika seluruh manusia mengikuti tuntunan Al-Qur’an, maka Insya Allah kehidupan umat akan selalu berada dalam kedamaian.
Ayat 22
فِى لَوْحٍۢ مَّحْفُوظٍۭ ٢٢
yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauḥ Maḥfūẓ).
Allah Swt. menjamin bahwa Al-Qur’an akan selalu terjaga. Selama ada manusia di muka bumi yang membacanya, menghapalnya dan mengamalkannya, maka kedamaian sekecil apapun akan tetap ada. Hanya jika Al-Qur’an sudah sepenuhnya ditinggalkan maka dunia akan rusak dan tinggal menunggu kehancuran dengan tibanya kiamat.