Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 17 September 2025.

Kaum Kafir, Pendusta Al-Qur’an
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ٢٠ وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩ ٢١ بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُكَذِّبُونَ ٢٢
(20) Maka mengapa mereka tidak mau beriman? (21) Dan apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud, (22) bahkan orang-orang kafir itu mendustakan-(nya).
Kaum kafir tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an karena pendeknya nalar mereka sesuai hubungan pada ayat-ayat sebelumnya yang menjelaskan beberapa fenomena alam. Umumnya, kaum kafir ini menolak beriman karena telah nyaman oleh harta dan tahta. Kaum kafir yang berharta akan menganggap perintah sedekah dalam Al-Qur’an hanya untuk mengurangi harta mereka. Adapun perintah untuk lemah lembut dianggap menjadi celah untuk mereka jatuh dari kekuasaannya.
Jelas, inilah keangkuhan manusia terhadap Allah dan segala firman-Nya, hingga ke titik mereka bahkan enggan bersujud. Perilaku ini juga yang telah dilakukan iblis ketika Allah perintahkan para malaikat bersujud kepada Nabi Adam as. Semua menaati bukan untuk mengagungkan Nabi Adam, melainkan karena itulah perintah Allah. Agar terhindar dari keangkuhan inilah, maka manusia hendaknya bersujud atas perintah Allah. Hal ini yang terdapat pada ayat 21 yang merupakan salah satu ayat sajadah.
Ayat 22 adalah penegasan kembali dari sifat kaum kafir yang sangat berkebalikan, yaitu mendustakan Al-Qur’an. Semua itu didasari pada dendam dan dengki mereka terhadap Allah yang salah satu sifatnya akan dibahas pada ayat berikutnya.
Allah Yang Maha Tahu
وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ ٢٣ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٤
(23) Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). (24) Maka sampaikanlah kepada mereka (ancaman) azab yang pedih.
Allah Maha Tahu segala isi hati manusia, termasuk yang disembunyikan. Para kaum kafir sebenarnya bisa saja mengakui kebenaran, hanya saja keengganan menghalangi mereka. Maka, sehebat-hebat apapun kaum kafir mencoba menutup-nutupi fakta yang menurut mereka akan merugikan, Allah mengetahui dan bahkan dengan kuasa-Nya, dapat membongkarnya tanpa perlu untuk mereka mengucapkannya sendiri.
Untuk itulah, Allah nantinya akan memberikan kepada mereka balasan yang setimpal, yaitu azab pedih di dalam neraka. Hal ini juga sebenarnya sudah disampaikan dalam Al-Qur’an, namun tentulah itu tidak akan diacuhkan oleh kaum kafir. Justru mereka akan menganggap itu hal menggembirakan, bahan baru untuk diperolok-olokkan.
Balasan untuk Kaum Muslimin
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۭ ٢٥
(25) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.
Adapun di sisi lain, kaum muslimin yang beriman dan mengerjakan amal baik akan mendapat pahala yang terus-menerus, sebuah amal jariyah yang tidak akan terhenti bahkan setelah wafat.