Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 6 Mei 2026.

Kondisi Manusia Ketika Dibangkitkan
Setelah dibangkitkan dari alam kubur, seluruh manusia akan menuju ke Padang Mahsyar dalam keadaan yang dijelaskan oleh Rasulullah Saw. dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah Ra.:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً
“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.”
[HR. Muslim no. 5102]
Mendengar hadis ini, Aisyah khawatir bahwa dirinya akan malu karena auratnya benar-benar terbuka di Padang Mahsyar. Namun, Rasulullah Saw. menegaskan bahwa urusan di hari itu akan sangat dahsyat sehingga bahkan terumbarnya aurat tidak akan berpengaruh. Semua manusia menunduk kepada Allah, sibuk dan khawatir akan urusan mereka sendiri-sendiri.
Ketika Matahari 150 Juta Kali Lebih Dekat
Pada bumi yang baru, sekarang dikenal sebagai Padang Mahsyar, akan ada banyak perubahan dibandingkan dengan keadaan di dunia. Di bumi kita saat ini, matahari berjarak tidak kurang dari 150 juta kilometer. Tetapi nanti di Padang Mahsyar, matahari yang baru berada sangat dekat dengan permukaan sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis sahih:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.”
[HR. Muslim no. 2864]
Jika dianggap satu mil ini menurut pengukuran modern pada angka hanya sekitar 1,6 kilometer, itu berarti matahari berada pada jarak 150 juta kali lebih dekat dari posisinya di dunia. Maka jelaslah bahwa akan banyak manusia yang kepanasan, berkeringat mengucur, bahkan hingga terbakar.
Golongan yang Mendapatkan Naungan
Di Padang Mahsyar, tidak akan ada payung untuk menutup diri dari terik matahari yang sangat dahsyat. Satu-satunya yang dapat memberikan naungan hanyalah Allah. Namun, tidak semua manusia akan mendapatkan naungan tersebut. Hanya tujuh golongan yang akan mendapatkannya atas izin-Nya:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata.
- Imam (pemimpin) yang adil.
- Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.
- Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.
- Dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
- Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”
- Seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.
- Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.”
[HR. Bukhari no. 143 dan Muslim no. 1031]
Kondisi dari manusia di Padang Mahsyar: bagaimana kesempurnaan tubuh mereka, apakah ada yang menaungi mereka dari matahari yang sangat dekat, seberapa dalam keringat merendam mereka, itulah pertanda awal dari apa yang akan terjadi berikutnya. Bagaimana amal mereka yang telah dihisab dengan sempurna? Apakah timbangan mereka di mizan akan berat ke sisi kebaikan atau keburukan? Akankah mereka selamat melewati jembatan Shirathal Mustaqim? Dan apakah surga atau neraka tempat kembalinya?