Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 4 Februari 2026.

Selain dari shalat lima waktu, terdapat beberapa shalat-shalat khusus yang telah diatur dalam aturan fiqih. Berikut akan dibahas salah satu dari shalat khusus tersebut yaitu shalat Jum’at.
Apa itu Shalat Jum’at?
Kata Jum’at bukan berasal dari bahasa Arab yang berarti enam, melainkan dari kata lainnya “jam’a” yang berarti berkumpul. Dari zaman Jahiliyyah, masyarakat bangsa Arab selalu berkumpul di hari Jum’at untuk saling bercengkerama. Hari Jum’at juga dapat diartikan sebagai hari dikumpulkannya kebaikan. Hal ini yang kemudian disempurnakan dalam syariat Islam dengan perintah melaksanakan shalat Jum’at secara berjama’ah.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ٩
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
[QS. Al-Jumu’ah [62]: 9]
Secara fiqih, shalat Jum’at adalah ibadah yang menggantikan shalat Dzuhur pada hari Jum’at. Hukumnya adalah fardhu ‘ain, yaitu wajib untuk setiap individu, dengan catatan bahwa individu tersebut termasuk dalam kelompok yang terkena kewajiban shalat Jum’at yang akan dibahas berikut.
Kelompok yang Diwajibkan Shalat Jum’at
Seseorang akan terkena kewajiban shalat Jum’at apabila memenuhi semua tujuh syarat berikut:
- Muslim. Shalat Jum’at tidak sah untuk non-muslim.
- Baligh. Shalat Jum’at tidak wajib untuk anak-anak yang belum baligh.
- Berakal. Jika seseorang kehilangan akal karena hal yang diharamkan, misal akibat meminum khamr, maka kewajibannya tidak gugur.
- Merdeka secara sempurna, yaitu dapat melaksanakan shalat tanpa adanya tekanan dari pihak lain. Contoh dari orang yang belum merdeka sempurna adalah warga di daerah jajahan atau seorang karyawan yang ditekan oleh atasannya.
- Laki-laki. Untuk perempuan tidak diwajibkan shalat Jum’at.
- Sehat. Orang yang sedang sakit mendapat keringanan untuk tidak shalat Jum’at.
- Bermukim di daerah tersebut, yaitu orang yang sudah menetap minimal 3 (tiga) hari.
Syarat Wajib Shalat Jum’at
Terdapat beberapa hal yang menjadi syarat terkena kewajiban dari shalat Jum’at:
- Merupakan wilayah desa atau kota dengan penduduk yang cukup (minimal 40 orang) untuk shalat Jum’at. Jika berada di wilayah yang tidak memenuhi syarat tersebut, maka shalat Jum’at tidak diwajibkan. Sebaliknya, jika berada di wilayah yang sebenarnya telah memenuhi syarat namun tidak melaksanakan shalat Jum’at bersama penduduk wilayah tersebut, maka shalatnya menjadi tidak sah.
- Daerah berada dalam keadaan cuaca yang mendukung. Jika sedang terjadi cuaca ekstrem seperti hujan badai, panas menyengat, atau dingin membeku, maka shalat Jum’at menjadi tidak wajib.