Intisari Kajian Tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Ibadah bersama Dr. H. Mad Ali, MA. hari Rabu tanggal 23 Juli 2025.

Fungsi Alam Semesta: Patuh Kepada Allah Swt.
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْ ١ وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٢ وَإِذَا ٱلْأَرْضُ مُدَّتْ ٣ وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ ٤ وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ٥
“(1) Apabila langit terbelah, (2) dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh, (3) dan apabila bumi diratakan, (4) dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, (5) dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.”
Ayat-ayat awal ini secara eksplisit menjelaskan tentang kejadian hari kiamat, yaitu ketika langit terbelah dan bumi diratakan dan memuntahkan semua isinya.
Namun, di satu sisi, lima ayat awal ini juga menjelaskan bagaimana langit dan bumi patuh terhadap perintah Allah Swt., yaitu apabila diperintahkan untuk hancur, terbelah, dan memuntahkan isinya ketika hari kiamat, maka demikianlah langit dan bumi patuh terhadap perintah-Nya sebagaimana mestinya. Meskipun ada makhluk hidup di bumi yang akan terpengaruh dengan hancurnya langit dan bumi, namun keduanya tetap menjalankan perintah Allah tersebut karena memang sudah ditetapkan demikian.
Sifat inilah yang semestinya ditiru oleh manusia, yaitu selalu menaati perintah Allah Swt. meskipun terkadang terasa sulit karena berbagai hal yang mengganjal dalam akal dan pikiran kita. Di sisi lain, kita juga harus percaya bahwa Allah tidak memerintahkan sesuatu kecuali jika itu baik untuk kita.
Fungsi Manusia: Bekerja Keras
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَـٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًۭا فَمُلَـٰقِيهِ ٦
“(6) Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya.”
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa fungsi manusia adalah untuk bekerja keras di dunia dalam perjalanannya menemui Allah Swt. Ayat ini juga menghubungkan fungsi manusia dengan benda-benda lain yang telah Allah sebutkan pada ayat-ayat sebelumnya yang punya fungsi masing-masing. Yaitu bagaimana langit dengan matahari dan bulan yang menjadi penerang serta bumi yang berputar untuk mempergilirkan musim.
Tata bahasa pada ayat ini bersifat terus-menerus, sehingga dapat diambil makna bahwa manusia haruslah bekerja keras di masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Ayat ini menjadi pengingat bahwa manusia akan mati sebagai pintu menuju akhirat di mana manusia akan bertemu dengan Allah Swt.
Bagaimana kerja keras manusia untuk menyongsong dunia dan akhirat ini pernah dijelaskan oleh Rasulullah Saw. dengan sebuah gambar di atas pasir. Beliau menggambar sebuah kotak. Kemudian, beliau membuat pula banyak garis dengan panjang berbeda-beda di dalam kotak, namun hanya satu garis yang keluar dari kotak itu, yaitu yang berada di tengah, memanjang dari ujung jauh kotak.
Ketika sahabat bertanya tentang apa makna dari gambar Rasulullah ini, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya garis panjang ini adalah harapan manusia dan kotak ini adalah ajalnya. Adapun garis-garis kecil ini adalah tantangan dalam mencapai harapan tersebut. Setelah satu tantangan maka akan ada tantangan berikutnya.”
Hikmah dari penggambaran Rasulullah Saw. adalah bahwa tantangan dalam hidup semestinya disikapi sebagai ladang amal untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Swt., menambah nilai diri untuk mempersiapkan pertemuan dengan-Nya.
Balasan untuk Orang Mukmin
فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ ٧ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًۭا يَسِيرًۭا ٨ وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًۭا ٩
“(7) Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, (8) maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, (9) dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.”
Ayat ini adalah lanjutan dari ayat keenam, menjelaskan tentang tantangan setelah kematian. Manusia tidak hanya akan mengalami “garis-garis dalam kotak” (fitnah dunia), melainkan juga fitnah setelah kematian. Yang paling pertama adalah fitnah kubur dan kemudian tantangan yang sangat berat juga akan dihadapi di akhirat ketika menjalani proses hisab Allah Swt. Yang Maha Teliti.
Namun untuk orang-orang yang mukmin, bekerja keras di dunia untuk mempersiapkan saat ini, maka amalnya akan bersih, sebagaimana akan dia lihat dalam kitab catatan amal yang diberikan dari sebelah kanannya. Maka, proses hisab (perhitungan), mizan (penimbangan), dan penyeberangan shiratnya akan sangat mudah dan cepat. Pada akhirnya, dia akan masuk surga dan akan kembali berkumpul bersama keluarganya yang beriman dengan penuh kegembiraan.