Intisari Kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 3 Oktober 2025.

Dua Sukun Berturut-Turut
Umumnya bacaan dengan dua sukun berturut-turut terjadi ketika bacaan diwaqafkan, sehingga sukun pertama adalah sukun asli, sementara sukun kedua adalah sukun palsu yang terjadi karena waqaf. Dalam bacaan Al-Qur’an halaman 114 di atas, contoh bacaan dua sukun berturut-turut dapat ditemukan jika kita berhenti pada lafadz di ayat 41 berikut:

Jika bacaan diwaqafkan pada akhir penggalan di atas, maka akan terdapat bacaan فِى ٱلْكُفْرِ yang menjadi dibaca “fil-kufr.” Cara membacanya adalah dengan memunculkan terlebih dahulu sifat huruf fa (ف) sebelum masuk ke huruf ra (ر).
Contoh lain yang paling sering kita temukan adalah pada Surat Al-Qadr di mana akhir setiap ayatnya selalu terdapat dua sukun berturut-turut.
Waqaf Muanaqah
Waqaf muanaqah dilambangkan dengan titik tiga seperti yang juga ditemukan pada ayat ke-41:

Tanda waqaf muanaqah selalu ada dua dan letaknya berdekatan. Ketika menemui tanda ini, bacaan dapat diwaqafkan pada salah satunya, baik yang pertama atau kedua. Bacaan juga dapat diteruskan pada keduanya, meski sifatnya kurang utama. Yang tidak diperbolehkan adalah mewaqafkan bacaan pada kedua tanda.
Contoh tanda waqaf muanaqah yang lainnya juga dapat ditemukan pada ayat kedua Surat Al-Baqarah.