Intisari Kajian Hadis bersama Ust. H. Zubair Alam, M.Pd., M.Hum. hari Ahad tanggal 4 Januari 2026.

Tertahan di Al-A’raf
وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌۭ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌۭ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْا۟ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ ٤٦ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَـٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ ٤٧
(46) Dan di antara keduanya (penghuni surga dan nereka) ada tabir dan di atas A’rāf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, “Salāmun ‘alaikum” (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk). (47) Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu.”
[QS. Al-A’raf [7]: 46-47]
Firman Allah Swt. di atas menjelaskan tentang golongan manusia yang tertahan di tempat bernama Al-A’raf. Hal tersebut dikarenakan timbangan antara amal kebaikan dan keburukan mereka tepat setara. Dengan demikian, mereka terkatung-katung antara surga dan neraka. Menghadap ke kanan, mereka berharap bisa bergabung dengan ahli surga. Sebaliknya, ketika menghadap ke kiri, mereka berharap agar tidak terjerumus ke dalam neraka.
Ayat ini sebenarnya tidak menyebutkan langsung perihal waktu. Namun, ada hubungan yang dapat dibuat antara ayat ini dengan konsep waktu, yaitu sebagaimana berharganya waktu.
Banyak amal saleh yang dapat dilakukan hanya dalam waktu beberapa detik, misalnya dzikir dengan tasbih, tahlil, dan tahmid. Bayangkan jika mereka yang tertahan di Al-A’raf ini menggunakan hanya satu atau dua detik waktunya untuk mengucapkan Subhanallah dengan ikhlas. Satu amal itu akan sangat cukup untuk akhirnya sedikit memberatkan timbangan kebaikannya sehingga dia akan masuk surga.
Rajab, Momentum Bulan Haram
Dalam tinjauan kalender Islam, saat ini adalah bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram sebagaimana firman Allah:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَـٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًۭ كَمَا يُقَـٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ ٣٦
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.
[QS. At-Taubah [9]: 36]
Sama halnya dengan tanah haram yang berarti tanah suci, bulan haram adalah bulan suci. Setiap pahala yang dilakukan akan dibalas berlipat ganda. Sebaliknya, setiap dosa juga akan dibalas berlipat ganda. Maka, sangat penting untuk mengingatkan diri sendiri untuk selalu menambah amalan dan menghindari maksiat selama bulan Rajab.
Ditinjau dari segi kalender, bulan Rajab menjadi momentum untuk menanam bibit-bibit kebiasaan baik yang perlu untuk “disiram” selama bulan Sya’ban. Dengan demikian, bibit tersebut akan siap untuk dipanen ketika kita memasuki bulan Ramadhan.
Pentingnya Merencanakan Program
Momentum tahun baru 2026 adalah waktu untuk mulai merencanakan program dan tujuan yang akan dicapai selama tahun ini. Hal ini sangat penting karena sesuai pepatah lama: “If you fail to plan, you plan to fail.” (Jika Anda gagal merencanakan program, maka Anda merencanakan kegagalan.)
Selalu persiapkan rencana untuk setiap momentum. Apa yang akan ditargetkan di tahun 2026 ini? Catat semua rencana tersebut dan usahakan dengan maksimal agar terlaksana. Maka, pada akhir tahun nanti buka kembali catatan tersebut. Beri tanda poin-poin rencana yang telah direalisasikan dan tandai pula yang belum terwujud. Evaluasi penyebab dari poin yang belum terwujud tersebut untuk menjadi pelajaran pada perencanaan tahun berikutnya.
Dalam waktu dekat ini pula akan datang momentum bulan Ramadhan 1447 H. Rencanakan target yang akan dicapai selama bulan suci, sebisa mungkin tingkatkan target dari pencapaian sebelumnya. Jika tahun kemarin khatam Qur’an satu kali, targetkan dua kali dalam tahun ini. Jika tahun kemarin menambah hafalan setengah juz, targetkan satu juz tahun ini.