Intisari Kajian Hadis bersama Ustadz H. Zubair Alam, M.Pd., M.Hum. hari Ahad tanggal 24 Agustus 2025.

Dalil
وَهَلْ أَتَىٰكَ نَبَؤُا۟ ٱلْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا۟ ٱلْمِحْرَابَ ٢١
إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍۢ فَٱحْكُم بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَٱهْدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ ٢٢
إِنَّ هَـٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌۭ وَتِسْعُونَ نَعْجَةًۭ وَلِىَ نَعْجَةٌۭ وَٰحِدَةٌۭ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ ٢٣
قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَقَلِيلٌۭ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًۭا وَأَنَابَ ۩ ٢٤
(21) “Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?”
(22) “Ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.”
(23) “Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, ‘Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.'”
(24) “Dia (Dawud) berkata, “Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.”
[QS. Shad [38]: 21-24]
Klarifikasi Sebelum Memutuskan
Ayat di atas menunjukkan bagaimana sang peternak kaya yang memiliki 99 kambing dituduh telah menzalimi sang peternak miskin yang hanya memiliki satu kambing. Apakah demikian?
Belum tentu, karena bisa jadi sang peternak kaya ini bekerja keras sementara sang peternak miskin bisa saja sifatnya malas sehingga hasilnya pun pas-pasan.
Nabi Dawud as. langsung mengambil keputusan terhadap peternak kaya yang memiliki 99 kambing, padahal beliau belum menanyakan duduk perkaranya kepada yang bersangkutan. Dalam arti lain, Nabi Dawud as. hanya melakukan klarifikasi pada satu sisi saja, yaitu kepada peternak miskin.
Menyadari bahwa beliau telah melakukan kesalahan, maka Nabi Dawud as. bersujud dan bertaubat. Karena memang, beliau tahu bahwa kedua orang ini sebenarnya adalah dua malaikat yang diutus oleh Allah Swt. untuk mengujinya.
Cara Mendapat Pertolongan Allah
Bayangkan ketika kita berada di meja persidangan dalam posisi tidak bersalah dan kemudian dizalimi dengan keputusan hukum yang memberatkan, hanya karena kita tidak banyak diberi kesempatan klarifikasi dan membela. Disaat itulah, kita menginginkan keadilan.
Baru-baru ini, berita tentang pemberian amnesti dan abolisi dari presiden sudah menjadi bahasan publik. Bayangkan bagaimana jika memang para terpidana yang sebenarnya dihukum dengan tidak semestinya menerima ini, tentu mereka akhirnya akan merasakan keadilan itu.
Demikian pula dengan hukum Allah Swt. kemudian di akhirat. Ketika kita menghadapi pengadilan yang sangat berat itu, kita tentu berharap agar Allah memberikan kita semacam “amnesti dan abolisi.” Dalam hal pengadilan akhirat, inilah yang disebut dengan syafa’at. Adalah Allah yang mutlak berhak memutuskan pemberian syafa’at.
Namun, ada seorang manusia yang sangat mungkin memohon kepada Allah agar memberikan syafa’at kepada kita, beliau adalah Rasulullah Saw. Maka, agar kita dapat menerima syafa’at Allah melalui perantara Rasul, hendaklah kita banyak bershalawat.