Intisari Kajian Tahsin Al-Qur’an bersama Ustadz Soni Kosasih hari Jum’at tanggal 22 Agustus 2025.

Pengertian Gunnah
Gunnah dalam Bahasa Arab berarti dengung. Maka, hukum gunnah pada Al-Qur’an merujuk pada bacaan-bacaan yang harus dibaca dengan didengungkan.
Dalam hukum tajwid yang lebih mendalam, sebenarnya setiap jenis gunnah dibagi-bagi kembali menurut ciri-cirinya yang akan dijelaskan berikutnya. Namun, setiap bacaan tersebut sama-sama didengungkan dengan cara membaca yang pada saat ini akan diseragamkan sebelum nantinya dipelajari lebih lanjut pada tingkatan tahsin yang lebih tinggi.
Cara Membaca Gunnah
Cara membaca bacaan gunnah dapat dilatih dengan membaca jurus berikut ini:

Perhatikan penulisan bacaan transliterasi Latin dengan huruf N dan M ditulis ganda. Pada titik-titik tersebut bacaan harus didengungkan. Selain ditahan lama, bacaan gunnah juga harus didengungkan dengan memasukkan getaran ke dalam rongga hidung.
Ciri-Ciri Gunnah
Terdapat tujuh ciri-ciri gunnah yang dikumpulkan dalam syair berikut:

Delapan bacaan yang diberi tanda merah di atas telah meliputi seluruh tujuh ciri-ciri gunnah, dengan dua titik terakhir sama-sama mengarah pada ciri terakhir. Berikut adalah ciri-ciri yang dimaksud beserta bacaan yang terkait pada syair di atas.
- Mim bertasydid (اُمِّى)
- Nun bertasydid (اِنَّا)
- Waw bertasydid, jika didahului nun sukun atau tanwin (كُبًاوَّكَّنْ)
- Ya bertasydid, jika didahului nun sukun atau tanwin (اَنْ يَّمْ)
- Mim sukun bertemu ba (دِتَمْ بَهْ)
- Mim kecil bertemu ba (سَمَ سَنْۢبَلْ)
- Nun sukun bertemu sebuah huruf ikhfa (سَمًاقَقْ سَمَنْكَ)
Contoh Bacaan Gunnah
Jika kita kembali pada bacaan tadarus di Al-Qur’an Mushaf Utsmani halaman 109, tepatnya pada Al-Ma’idah ayat 11, dapat diperoleh tiga titik bacaan gunnah:
- إِذْ هَمَّ: Mim bertasydid
- قَوْمٌ أَنْ يَّبْسُطُوٓا۟: Ya bertasydid didahului nun sukun
- عَنْكُمْ: Nun sukun bertemu kaf (salah satu huruf ikhfa)
Hati-hati dengan bacaan يَـٰٓأَيُّهَا pada awal ayat ini, jangan didengungkan. Hal ini dikarenakan meskipun terdapat ya bertasydid pada lafadz tersebut, namun ya bertasydid tersebut tidak didahului oleh nun sukun ataupun tanwin, melainkan oleh alif/hamzah.
Pada kajian berikutnya, Insya Allah akan dijelaskan secara lebih rinci perihal ketujuh ciri-ciri gunnah tersebut di atas.